Monday, 16 September 2013

Birthday Cake Gagal

Jadiii...ceritanya hari ini (16 September 2013) saya ulang tahun....Kemarin, sepulang abah dan mas Bintang dari Cirebon, langsung pergi ke toko kue di Alam Sutera untuk beli Birthday Cake. Rencananya siiyyy....mau bikin Birthday surprise buat uminya. Tapi apa daya.....begitu sampe rumah, mas Bin sudah teriak-teriak dari dalam mobil, "Umii....umii...itu tuh, ada kue Ulang Tahun..." hahahahahaa....

Saking excited-nya mas Bintang sama kue ulang tahun itu, akhirnya bikin acara tiup lilin, nyanyi Happy Birthday dan potong kue jadi dilakukan malam itu juga (15 September 2013). Yaaah....gapapa deh ya mas...toh ngerayainnya juga cuma kita ber4 dan umi juga gak muda lagi untuk ngerayain hari ulang tahun. Jadi, sebenernya perayaan itu cuma buat mas Bintang happy aja hehehehee....

Tiup lilin done...gak sabaar pengen makan kue ultah yang dibeli abah. Kue ini udah diyakini ueenaaak...Red Velvet Cake buatannya The Har****. Nyuumm...nyuuumm....yang ada dipikiran saya pas potong kuenya. Beberapa kali makan kue ini dan kue lainnya dari toko kue ini, gak pernah mengecewakan. Slruupp...

Gigitan besar langsung masuk ke dalam mulut. Eh....kok...hmm....ini mulut saya yang salah atauuuu...

Coba lagi deh...nyam...

Lho...kok...hmmm...apa yang salah ya...kok rasanya agak aneh, gak seenak biasa...

Tanya ke abah, "abah, rasa kuenya aneh gak?"

"iya mi, kok pahit ya.."

Saya ambil sedikit crumble-nya yang warna merah di kue yang masih utuh, jauh dari potongan pertama. Hmmm...kok rasanya bitter di lidah ya...kenapa agak tercium, bau minyak tanah (meskipun gak tau juga itu bener bau minyak tanah or gak, tapi yang pasti pahit di mulut).

Gak percaya ah, masa siy kue hasil toko sebesar itu gagal begini....cicip lagi...bleh....iya bener ah, kuenya agak pahit di lidah dan after taste-nya gak banget. Potongan kue itu pun gak abis dan masuk ke tempat sampah, gak tega sama mulut dan perut rasanya.

Sisa kue yang masih besar Saya simpan di kulkas. Saya mau telepon toko kuenya ah...ngasih feedback soal kuenya yang terasa jauuuh beda dari biasanya. Toko kue sebesar dan terkenal gitu sayang banget kalo harus jelek namanya karena kualitasnya gak terjaga.

Dialling 021-531*****....lamaaa sekali dan di percobaan kesekian kali baru akhirnya telepon itu diangkat.
Saya jelaskan ke si mbak penerima telepon tentang "insiden" kue Red Velvet yang baru aja di beli sore itu (jam 4an). Si mbak bilang akan konfirmasi ke atasannya dan akan hubungi kembali.

Sejam setengah kemudian akhirnya mereka menghubungi kembali. Kali ini seorang pria yang bicara. Mungkin level jabatannya lebih tinggi dari si mbak penerima telepon sebelumnya. Dia bilang udah melakukan pengecekan terhadap semua kue yang ada di toko dan tidak ada yang bermasalah. Dia minta saya mengantarkan saja kue yang saya beli itu ke toko.

Karena itu sudah malam, mas Bintang dan abah baru aja pulang dari Cirebon (capek pastinya...), saya masih kurang sehat (flu berat melanda), dan malam itu sudah mendekati jam tidurnya Kayla, saya bilang "maaf mas, saya tidak bisa ke toko. Silakan saja toko yang ambil ke rumah saya". Mas dari toko itu bilang akan koordinasi dulu dan telepon saya kembali. "Okey", I said. Buat saya, feel free aja untuk ambil kuenya, toh itu kue gak akan masuk ke dalam mulut dan perut kami. Hanya akan masuk ke tong sampah.

Sekitar 20-30 menit kemudian, toko itu telepon lagi. Si mas dari toko kembali mengulangi tentang dirinya yang sudah mencicipi seluruh kue di toko yang tidak bermasalah...bla..bla.."iya, tadi juga sudah bilang begitu kan?!", potong saya dengan agak emosi. Ya...saya sudah tau dari penjelasan sebelumnya kalo di toko, semua kuenya gak bermasalah. Tapi kue yang ada di rumah saya, itu bener bermasalah. Wong saya sempet cicip lagi kok setelah si mas itu telepon (karena gak yakin juga...). Dan betul....lidah saya kembali merasakan pahit dan bau yang agak aneh.

Si mas itu bilang kalo pihak toko gak bisa ambil kuenya karena semua delivery man-nya lagi beredar. Saya siy percaya aja deh, hanya yang ada dipikiran saya adalah, pihak toko kue emang gak niat ambil kuenya karena sedari awal tidak ada sedikitpun menanyakan alamat rumah kami. Sebenernya jarak toko dengan rumah juga gak jauh-jauh amat kok...Toko di Alam Sutera, rumah saya di BSD City.

Mas dari toko itu mengatakan, untuk ke depannya guna mengantisipasi ketidakpuasan seperti ini, silakan menghubungi dia apabila saya ingin pesan kue. Saya dengan tegas bilang "Oh, kalau saya siy pengalaman ini untuk pelajaran mas. Saya tidak akan beli kue lagi di sana"

Yang bikin emosi sebenernya bukan masalah kuenya. Produk gagal itu pasti aja ada di dalam setiap proses produksi, meskipun peluangnya hanya sekian persen (kecil sekali). Yang saya sedikit sesalkan adalah pelayanan dari toko kue itu. Dari lamanya waktu untuk merespon dan respon yang diberikan, saya merasa tidak ditanggapi dengan serius. Well, siapa juga siy saya....kehilangan satu customer seperti saya mungkin tidak akan menjadi masalah besar untuk toko kue sebesar itu ya...

Well, pengalaman ini siy buat pelajaran saya aja...pelajaran ke depannya gak beli di toko kue itu lagi... :) pelajaran untuk diri sendiri biar lebih giat belajar bikin kuenya...Jadi kalo ada keluarga yang ulang tahun, kuenya mending bikin sendiri dari bahan-bahan yang alami dan aman...hehehehee.....

 




Macaroni Kukus Ayam

Sejak mas Bintang resmi jadi siswa Kelompok Bermain di Raudhah BSD, umi jadi sibuk putar otak tiap hari Senin, Selasa dan Kamis untuk nyiapin sarapan sekaligus bekal sekolah mas. Soalnya mas Bintang udah dijemput jam 7 pagi, walopun sebenernya sekolah start jam 8 pagi (gak sempet sarapan di rumah...)

Nah ini ada resep macaroni kukus ayam yang bisa buat bekal mas Bintang :
  • 70gr macaroni elbow, rebus s.d matang, tiriskan 
  • 2 butir telur Keju parut sesukanya :) 
  • Garam, gula, pala bubuk 
  • 150ml susu cair 
  • Kurleb 50gr ayam cincang 
  • Segenggam jagung pipilan
Caranya:
  • Kocok telur dg garam, gula, pala bubuk 
  • Masukkan susu perlahan, kocok rata 
  • Masukkan ayam cincang, jagung pipilan s.d rata 
  • Masukkan macaroni dan keju parut, aduk rata 
  • Masukkan adonan ke alumunium foil, 
  • masukkan ke kukusan yg udah dipanaskan terlebih dahulu 
  • Kukus kurleb 25menit s.d matang

Wednesday, 31 July 2013

Bye Mama...Thank You and Love You Always...


19 Juli 2013

Adalah hari tersedih dalam hidupku. Di hari ke 10 bulan Ramadhan 1434. Mama tercinta pergi untuk selamanya. Kepergian yang begitu cepat karena 2 hari sebelumnya kami masih mendengar tawanya saat beliau mendengar tingkah polah Bintang.

Oh mama, maafkan anakmu ini yg tidak sempat berjumpa denganmu untuk terakhir kalinya. Aku rindu pelukan hangatmu dan aroma tubuhmu yang selalu dapat menenangkan aku.

Aku ingat saat aku SD dulu, saat kau harus melaksanakan tugas kantor, menempuh pendidikan di Bandung selama 1 bulan lamanya. Aku begitu merindumu sampai aku tak rela membiarkan daster bekas pakai dirimu dicuci. Di daster itu aromamu begitu lekat. Aroma yg begitu lekat sejak aku baru dilahirkan. Setiap kali aku menciumnya, rasa nyaman dan aman langsung menyelimuti diriku. Itulah sebabnya dastermu selalu menemaniku saat tidur dan tiap kali aku rindu. Tak jarang pula daster itu bermandikan air mata rinduku.

Aku juga ingat saat kau harus dirawat di rumah sakit, saat aku duduk di bangku SMP. Begitu mengetahui dirimu tidak pulang ke rumah krn harus menjalani operasi di rumah sakit, hatiku begitu hancur. Airmataku berderai tak bisa aku kendalikan. Aku takut mama...aku takut sesuatu terjadi padamu dan aku tak bisa bertemu denganmu kembali. Aku takut kehilanganmu mama...

Tapi kau sungguh perempuan yg kuat. Kau kembali pulih dan menemani hari-hariku. Kembali memberikan pelukan hangat dan ciuman untuk putri nakalmu ini.

Dirimu dengan sifat keibuanmu tak pernah lelah untuk mendidik aku menjadi seorang perempuan yg baik, perempuan yg nantinya akan bertindak sebagai istri dan ibu. Mungkin itulah sebabnya kau selalu cerewet mengingatkan aku untuk belajar memasak serta belajar mengurus rumah seperti menyapu, mengepel lantai, mencuci dan menyetrika dan aktifitas rumah tangga lainnya.

Maafkan aku mama karena aku bukan putri yg mudah diberi tahu. Aku dengan sifat keras kepala ku seringkali membuatmu kecewa. Aku seringkali menyangkal apa yg kau suruh. Semakin kuat kau menyuruhku, semakin keras aku mengabaikannya.

Maafkan aku mama karena aku masih jauh dari figur seorang putri yang berbakti. Aku ingat saat aku kecil dulu, bagaimana kau sempat meneteskan air matamu saat aku menolak permintaanmu untuk sekedar memijat tubuhmu yang sudah lelah bekerja karena memenuhi kebutuhanku. Kau memberikan aku penjelasan dan pengertian dengan lembut bahwa kau tak pernah lelah saat dulu mengandung dan membesarkan aku, bahwa yang kau butuhkan saat itu hanyalah bantuan kecil untuk aku mengilangkan sedikit kepenatanmu. Seketika itu aku menangis dan meminta maafmu. Sejak itu aku berusaha untuk tidak mengecewakanmu, meskipun aku tahu aku tidak berhasil sepenuhnya.

Aku tahu, aku banyak sekali mengecewakanmu mama...Meskipun begitu, kau jarang sekali memperlihatkan rasa kecewamu padaku. Aku yakin pasti kau seringkali harus mengelus dada, dan menahan diri. Mungkin, kau pun tak jarang menitikkan air mata kekecewaan itu, tapi kau tak pernah memperlihatkannya kepadaku. Kau malah hadir sebagai sosok yang selalu menerima segala kekurangajaran anakmu ini dengan segala kesabaranmu. Kau selalu hadir sebagai seorang ibu yang selalu siap menyediakan setumpuk kasih sayang serta rasa aman dan nyaman untuk anakmu.

Mama, kau adalah contoh seorang istri dan ibu yang sempurna. Dibalik semua ketidaksempurnaanmu, kau sempurna di mataku. Kau melayani semua kebutuhan papa dengan baik. Kau menahan diri dari segala emosi yang muncul saat mengalami kekecewaan. Kau memperlakukan keluarga papa layaknya keluargamu sendiri. Kau ajari aku untuk melakukan yg sama. Melayani suami dengan baik dan memperlakukan keluarga suami dg hormat dan penuh kasih.

Mama, sebagai ibu kau begitu luar biasa. Bagaimana dirimu menahan keinginan agar dapat membahagiakan anakmu. Kau penuhi segala kebutuhan kami, fisik dan psikis. Kau selalu limpahi kami dg kasih sayang yg tak jarang kami terima begitu saja, taken for granted.

Mama...beribu berjuta kata yang aku coba untai untuk menggambarkan kebaikanmu tak akan pernah cukup. Kau selalu ada untuk ku mama, tapi aku, putrimu malah seringkali tak ada saat kau butuh.

Aku sangat ingat wajahmu dan tatapan matamu yang menyemangatiku saat proses kelahiran putra pertamaku, Bintang Fatih Al Ghazi, yang berlangsung cukup panjang. Kehadiranmu dan genggaman tanganmu disamping kasur bersalin, menambah tenaga untukku. Kau hadir mendampingi aku, rela untuk berdiri disampingku sejak pukul 14.00 sampai 20.00 (6 jam, Ma...). Doa yang tak pernah putus dari mulutmu mempermudah semua proses yang harus aku lewati. Mama...

Aku ingat bagaimana kau tak pernah lupa membaca Al-Fatihah setiap kali kau ingat anakmu sedang akan menghadapi berbagai peristiwa penting. Berkat doamu selama inilah aku dapat menjadi sosok diriku yang sekarang. Aku bisa berhasil menempuh pendidikan dengan baik, mendapatkan pekerjaan yang layak, pasangan yang baik, melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas dan hidup dengan nyaman dan layak saat ini juga tentu atas doamu, Mama...

Maafkan aku mama karena aku justru seringkali tak hadir saat kau membutuhkan aku. Malah, aku sering membuatmu khawatir dengan tidak memberikan kabar kepadamu. Aku anggap kau seperti diriku yang mudah lupa padamu. Padahal kau tak pernah bisa melepaskan bayangan anak-anakmu dari pikiran dan hatimu.

Mama, sekarang kau sudah tiada. Aku tak akan pernah bisa lagi memberikan bantuan yang kau butuhkan (yang tak pernah lagi kau sampaikan sejak aku menikah) ataupun membelikanmu barang-barang indah (yang tak pernah kau minta). Hanya doa yang bisa aku kirimkan untukmu Mama...

Mama, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan perintahNya agar aku dapat tergolong sebagai anak shaleh. Allah sudah berjanji bahwa doa anak shaleh akan Dia terima. Aku ingin bisa selalu mendoakanmu mama. Sebagaimana kau selalu mendoakan aku sepanjang hidupmu.
I love u mama, I always will...


*peluk hangat dan kecup jauh dariku untukmu, Mama..*



Thursday, 30 May 2013

Nugget Ikan

lagi tak bisa banyak berkata-kata...langsung aja ke bahan-bahan yuuuks...cusss...
  • 1 buah fillet ikan Dory (yang ternyata bukan Dory sebenarnya, melainkan ikan patin bernama latin Pangasius Sp) --> kl ditimbang beratnya sekitar 100gr, cincang
  • 1 buah wortel lokal ukuran sedang (25 gr), diparut
  • Keju parut secukupnya
  • 3 sdm oatmeal
  • 1 butir telur
  • 2 sdm oatmeal untuk baluran
caranya:
  • capur rata semua baha, kecuali oatmeal untuk baluran
  • bentuk sesuai selera
  • gulingkan di atas oatmeal sampai seluruh permukaan terlindungi
  • kukus kurleb 20 menit
  • dinginkan, masukkan ke plastik dan simpan di freezer untuk stok...kalo mau dikonsumsi, goreng di minyak panas sampe kuning keemasan.
Niatnya ini bukin untuk my Baby Kayla (10 bulan) dan mas Bintang (2,5y)...ternyata emak dan bapaknya doyaaan... hehehehee...

Wednesday, 15 May 2013

Oatmeal Banana Raisin Muffin

Saya sukaaaa sekali mengolah Oatmeal. Selain karena rasa penasaran (dulu saya gak suka oatmeal karena rasanya yang hambar), juga karena suami saya doyan banget sama olahan oatmeal.

Kemarin nyoba modif adonan Fudgy Oatmeal Brownies karena bosen sama rasa coklat dan inget di kulkas ada 1 buah pisang Cavendish yang udah beberapa hari (sisa hasil ngejarah snack rapat heheheee...), jadilah isengnya muncul.

berhubung saya lagi malas sekali ngotorin banyak perabotan, oatmeal gak pake saya grinder, langsung masukin aa...untuk lebih jelas dan sebagai bahan contekan kalo saya mo bikin lagi, berikut bahan-bahannya:

  • 100 gr Quaker's Oat yang merah
  • 120 gr mentega (campuran antara Orchid Butter dan Blue Band margarine)
  • 70 gr gula palem (bisa dikurangi kalo pisang sudah maniss dan gak terlalu suka maniss)
  • 1 butir telur kocok lepas
  • 1/4 sdt garam
  • 1 buah pisang ambon yang ukurannya besar (kurleb 100gr), lumatkan dengan garpu
  • segenggam kismis dicincang kasar
Caranya:
  • Panaskan Happy Call dengan api kecil. Saya lakukan ini sebelum melakukan yang lain, agar pas bahan selesai dicampur, Happy Call sudah siap untuk memanggang.
  • Panaskan mentega dengan panci yang agak besar. Gak usah sampai mendidih, hanya sampai menteganya lumer saja.
  • Masukkan gula, aduk sampai larut dan agak dingin.
  • Masukkan telur, kocok dengan spatula kayu (do with whatever u like)
  • Masukkan oatmeal, aduk rata, masukkan garam
  • Masukkan pisang. Kalau mau halus, silakan haluskan dengan food processor. Berhubung saya lagi males dan emang suka ada tekstur pisang yang bisa digigit secara gak sengaja, maka saya cukup lumatkan dengan garpu dan gak terlalu halus.
  • Masukkan kismis cincang, aduk rata
  • Masukkan kedalam cetakan. Kemarin baru habis belu cetakan silicone yg kecil-kecil...Saya masukkan adonan kedalam cetakan tersebut, cetakannya saya masukkan lagi ke dalam loyang persegi agar panasnya gak langsung nempel ke cetakan silicone. 
  • Masukkan ke Happy Call, panggang kurleb 25 menit.

Hasilnya enaak...lembut, manis dan ada yang digigit-gigit..

Bintang, Kayla, Abah dan saya suka...

selamat mencoba ya...

ps: gambar menyusul yaaa...


Cheers,

Monday, 8 April 2013

Pampis Ikan Tongkol

 
 
Masakan yang satu ini bikin makan susah berhenti....buatnya di akhir pekan, bisa untuk stok selama beberapa hari ke depan (yeah right,,,hehehehe...)

Kalo di catatan sebelumnya saya tampilkan gambar setelah resep, kali ini gambarnya duluan deeh...


Well okey, gambarnya memang jauuuh dari kata mengundang air liur ya...tapi rasanya, bener deh enaak...hehehee....

Ini dia bahan-bahan dan caranya:

  • Ikan Tongkol 1 buah, bersihkan, beri air perasan jeruk nipis, garam dan kukus sekitar 30 menit sampai matang
  • Setelah matang, suwir-suwir dan pisahkan dari tulang/duri

Haluskan:
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • Kunyit seruas jari
  • Jahe, kira-kira 3 cm
  • 2 batang serai, bagian putihnya saja
  • Cabai keriting + rawit (berhubung saya maunya praktis, jadi saya pakai 1 plastik cabe giling yang beli di tukang sayur langganan hehehehe...) --> level pedas silakan disesuaikan dengan selera ya....kalo saya dan keluarga level pedesnya mungkin sekitar level 3 - 5 (standar..??) :p
Iris Tipis:
  • 1 lembar daun pandan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 batang daun bawang
Bumbu lain : 2 sdt Garam + 1 1/2 sdt Gula (silakan disesuaikan sendiri yaa...)

Cara :
  • Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum dan matang
  • Masukkan daun pandan dan daun jeruk yang sudah diiris tipis
  • Masukan ikan tongkol yang sudah disuwir-suwir. Beri garam + gula (campuran ini sudah bisa menggantikan penggunaan MSG).
  • Setelah tercampur rata, masukkan daun bawang. Aduk rata sampai agak layu, matikan kompor dan sajikan

Silakan dinikmati dengan sepiring nasi hangat atauuu....

siapkan Nori di atas sushi maki (gulungan sushi), tuang nasi di atasnya, tuang pampis, gulung...potong-potong dan sajikan dengan Soyu, jadi deh Fusion Sushi heheheee....cara ini cuma suka-sukanya keluarga kami saja... :)



Okey, silakan dicoba yaaa....


Cheers,


Monday, 1 April 2013

Mie Ayam Ampela Jamur

Welcoming April with new blogpost..

Minggu kemarin nyoba bikin Mie Ayam, makanan kesukaan abahnya BiLa. Biasanya kalo pengen makan mie ayam enak, kami belinya di Mie Bangka Granada Square BSD atau bela-belain mampir ke Mie Ayam Simpruk (belakang Pertamina Learning Center) kalo pas lagi mau ke rumah eyang di Pondok Kopi Jakarta Timur.

Sekilas review tentang 2 tempat Mie Ayam ini ya..

Mie Bangka Granada Square BSD :

Mie disini bentuknya bulat keciil dan cita rasanya guriih...ayam untuk topping mie-nya adalah ayam cincang tumis putih (maksudnya bukan saus coklat gitu..), disajikan bersama semangkuk kecil air kaldu (gak berasa kaldu siy) dan bakso serta pangsit rebus (sesuai pesanan). Diberikan taburan daun bawang juga. Enaaaak karena rasanya gak macam-macam.

Mie Ayam Simpruk :

Udah langganan mie ayam ini dari 2-3 tahunan yang lalu, karena lokasinya yang deket kantor. Sewaktu masih di rumah eyang di Pondok Kopi, saya dan abahnya BiLa menggunakan mobil untuk menuju kantor. Sebelum nyampe kantor saya, kami biasanya nangkring dulu di tempat mie ayam ini untuk sarapan (huaa...sarapan yang berat sekali yah...hehehhee...).

Mie ayam yang disajikan disini seperti layaknya mie ayam kampung dengan saus ayam saus caklat. Rasanya gurih dan pas. Oya, sebagaimana layaknya mie ayam kampung, maka di tempat ini mie ayam tidak disajikan bersama semangkuk air kaldu atau pangsit rebus. Selain ayam, topping tambahan lainnya adalah taburan daun bawang dan 3 buah bakso kecil.

Biarpun lokasinya di trotoar belakang Pertamina Learning Center, deket selokan besar, tapi teteeeep aja banyak yang beli...Dari yang pake sepeda sampe pake mobil BMW dan Merci. Pokoknya enaklah...

Naaah, berhubung minggu ini saya ingin membahagiakan suami tercinta, jadilah praktek bikin mie ayam sendiri. Ternyata jadinya ENAAAAKK....gak kalah lah sama kedua tempat mie ayam di atas. Tapi, buatan saya ini lebih mirip Mie Ayam simpruk dengan ayam saus coklat (beda gaya saya mie bangka).


Ini dia resepnya...

Mie :
  • Mie basah (beli Mie yg untuk mie ayam di Giant, di bagian lemari pendingin dekat tofu dan bandeng)
  • 1 sdt olive oil + 1  sdt minyak wijen + beberapa tetes kecap asin
  • Mie direbus bersama sawi ijo (caisim), angkat, masukkan ke dalam mangkok yang sudah diberi campuran minyak, aduk rata
  • Mie direbus dadakan saja kalo topping ayam sudah siap dan sudah akan dimakan
  • Dapat diberi taburan daun bawang bila suka
Topping Ayam :
  • 7 siung bawang merah, iris halus
  • 5 siung bawang putih, keprek & cincang
  • 1 buah bawang bombay yang keciiil, cincang
  • 300 gr fillet ayam (potong kotak kecil)
  • 4 buah Ampela Ayam, potong kecil
  • Sekitar 200 gr jamur kancing (gak tau ukuran pastinya karena dikira-kira aja), belah 2 atau 4 sesuai ukuran selera
  • Kecap manis (saya pake cap Bango)
  • Saus tiram (saya pake ABC)
  • sedikit minyak wijen
  • 1 ruas jari jahe, iris
  • 1 batang serai (ambil putihnya, keprek)
  • Gula
  • Garam
  • Lada/Merica
  • Air Kaldu / air biasa (duh, saya gak menakar terlebih dahulu...dikiri-kira...mungkin sekitar 500cc)
  • Tepung maizena, cairkan dengan sedikit air
Cara:
  • Tumis bawang bersaudara (putih, merah, bombang) sampai harum
  • Masukan ayam dan ampela sampai berubah warna
  • Masukkan jahe dan serai
  • Tambah minyak wijen beberapa tetes saja (jangan terlalu banyak karena aroma wijen yang terlalu kuat malah akan mengganggu hasil akhirnya)
  • Masukan air kaldu
  • Tambah kecap (lagi-lagi ini pake takaran perasaan...tuang saja sampe mendapat warna yang diinginkan)
  • Tambahkan saus tiram (takar kira-kira, gak sebanyak kecap manis)
  • Masukan jamur
  • Beri Gula, Garam dan Merica sesuai selera (diicip aja biar pas hehehee..)
  • Masak sampai semua matang, air agak menyusut.
  • Hati-hati dengan ampela ya...karena kalau kurang matang atau terlalu matang dia alot/liat/keras
  • Sesaat sebelum mematikan kompor, kentalkan dengan larutan maizena sesuai selera.
Siap disajikan....

Berikut tampilannya:



Caisimnya bersembunyi di bawah dan saya gak pake taburan daun bawang karena gak doyan...

Rasanya enak dan mantap...namun lebih mantab lagi seandainya saja ada pangsit goreng sebagai pendamping...

Penambahan saos dan sambal sesuai selera saja ya...


Semoga bermanfaat dan silakan dicoba...



Cheers,